Suara.com - Pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa publik harus mendapat pendidikan politik terkait kontestasi pemilu. Adi mengingatkan agar narasi-narasi segelintir elit bahwa ikut pemilu agar bisa masuk surga tidak lagi dikeluarkan.
Adi menegaskan bahwa baik partai politik (parpol) ataupun calon presiden (capres) ikut pemilu demi bisa mendapat kekuataan dan kemudian melakukan power sharing bukan demi bisa masuk ke surga.
"Pemilu itu kan power sharing, gak ada pemilu itu masuk surga. Itu salah alamat. Jadi jika ada partai politik atau kontestan pilpres niatnya lillahi ta'ala, itu repot," kata Adi seperti dikutip, Senin (25/3).
Baca juga:
Ditegaskan Adi, bahwa dalam kontestasi Pemilu, publik harus tahu bahwa jika partai politik yang mendukung salah satu paslon tujuannya tentu saja ingin kadernya mendapat jatah banyak menteri.
"Jadi ikut pemilu, menang Pilpres, (jatah) menterinya dapat banyak. Itu rumus dasarnya. Gak ada yang lain," jelasnya.
"Jadi jika per hari ini jika ada partai politik atau calon presiden berpolitiknya Ihdinas sirotol mustaqim, ingin mendapatkan surga, udahlah ini sudah gak benar, bukan begitu cara berpolitik," tegas Direktur Parameter Politik Indonesia itu.
Adi sebelumnya juga sempat memberikan sindiran kepada salah satu kubu paslon yang kalah di Pilpres 2024.
Baca juga:
Baca Juga: Pentolan Gerakan 212 Serukan Ganjar Bersatu dengan AMIN Lawan Kecurangan
Lewat akun X miliknya, Adi menyinggung agar kubu yang kalah tak usah ikut menikmati kursi menteri.