Tokoh Politik Cilacap Sentil Ganjar dan Anies: Kalau Nyapres Takut Kalah Jangan Nyalon

Andi Ahmad S Suara.Com
Selasa, 27 Februari 2024 | 18:38 WIB
Tokoh Politik Cilacap Sentil Ganjar dan Anies: Kalau Nyapres Takut Kalah Jangan Nyalon
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan [ss/youtube]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tokoh politik asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, H. Fran Lukman memberikan sentilan kepada Capres 01 Anies Baswedan dan Capres 03 Ganjar Pranowo.

Dia meminta kepada Anies dan Ganjar agar legowo menerima hasil Pilpres 2024. Hal itu diungkapkan pada unggahan video oleh akun TikTok @cilacapmedia TV.

Mantan Ketua DPRD Cilacap itu menyarankan, agar Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menerima hasil yang menyatakan Prabowo Subianto menang.

Dia bahkan menyentil Ganjar dan Anies, jika takut kalah pada Pilpres 2024 jangan ikut mencalonkan diri.

Mengenai percaya atau tidak soal aplikasi Sirekap KPU, dia menyebut saat ini PDI Perjuangan berdasarkan hasil rekapan sementara unggul dari partai lain.

"Kalau tidak percaya Sirekap, sekarang PDIP unggul suaranya (berdasarkan hasil Sirekap)," ujarnya.

Pada unggahan video itu terlihat Fran Lukman tengah berbicara dengan seorang pria. Dimana pembahasan pada obrolan tersebut mengenai Pemilu 2024, hingga alasan Prabowo menang karena ulah politik dari Anies dan Ganjar.

"Yang menyebabkan pemilih masif Prabowo itu, ya karena Ganjar dan Anies. Lantaran Ganjar dan Anies nakut-nakutin pemilihnya sendiri," katanya dikutip Selasa (27/2/2024).

Dia menjelaskan, alasan kenapa Ganjar dan Anies telah menakut-nakuti pemilihnya itu lantaran masyarakat ingin memilih pemimpin yang menang.

Baca Juga: Klaim Telah Koreksi Data Anomali Pilpres 2024 Pada 154.541 TPS, Ini Penjelasan Ketua KPU

"Anies dan Ganjar pada komentar, melakukan manuver, bahwa pemilu ini akan dua putaran. Nah kalau putaran kedua, kalau Prabowo mesti masuk putaran kedua, kemudian kalau putaran kedua Anies dan Ganjar akan bergandengan tangan,"

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI