Mengapa Jokowi Effect Tidak Ampuh di PSI?

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Jum'at, 16 Februari 2024 | 16:53 WIB
Mengapa Jokowi Effect Tidak Ampuh di PSI?
Mengapa Jokowi effect tidak ampuh di PSI? [Antara/HO-PSI]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Hal ini juga menjelaskan mengapa PDIP dan PKB unggul di Jawa Timur tapi yang menang adalah Prabowo-Gibran.

Burhanuddin menggunakan teori split ticket voting yaitu konstituen suatu partai tidak otomatis mendukung capres yg diusung partainya. Ia mencontohkan apa yang tejadi pada SBY di tahun 2004 dan Jokowi di tahun 2014.

"SBY tahun 2004 dapat 60% padahal Partai Demokrat hanya 7% saat itu. Jokowi thn 2014 menang 53% padahal koalisi partainya hanya 37%.," tuturnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI