Sungguh Keterlaluan! Ini Alasan Pemukim Yahudi Blokir Bantuan Kemanusiaan Masuk Jalur Gaza

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 06 Februari 2024 | 19:24 WIB
Sungguh Keterlaluan! Ini Alasan Pemukim Yahudi Blokir Bantuan Kemanusiaan Masuk Jalur Gaza
Warga Palestina di Kamp Pengungsi Aida menjalani kesehariannya dalam ketakutan akibat serangan pasukan Israel dan pemukim Yahudi di Betlehem, Tepi Barat pada 07 Desember 2023. [Dok.Antara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemukim ekstremis Yahudi di Israel pada Senin (5/2/2024) terus memblokir bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Kelompok pemukim tersebut berkumpul dekat Pelabuhan Ashdod, sekitar 35 Km utara Jalur Gaza. Sebagian besar dari 2 juta penduduk Palestina bergulat dengan krisis kemanusiaan yang semakin parah, termasuk kelaparan, kekurangan air bersih, dan tempat tinggal yang tidak memadai.

Dengan dikawal polisi Israel, para pemukim menghentikan truk-truk yang berangkat dari pelabuhan. Mereka memeriksa dokumen dan kargo untuk memastikan isi dan tujuan truk tersebut.

Salah satu pemukim, warga Yahudi yang tinggal di Yerusalem, mengatakan, dia datang bersama keluarganya untuk menghentikan truk-truk yang dituduhnya memasok kebutuhan ke kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza.

"Gaza adalah sebuah negara. Ini tanahnya, itu sebuah negara. Semua warga Gaza, dari pihak kami, adalah teroris," kata seorang pemukim, Sharon, yang menolak memberikan nama belakangnya.

Meski ada peringatan dari kelompok hak asasi dan badan bantuan bahwa bencana kemanusiaan sedang terjadi di Gaza, tetapi Sharon menuduh bantuan tersebut yang terdiri dari makanan dan bahan bakar ditujukan ke Hamas.

"Mengapa kita harus memasok makanan dan bahan bakar ke Gaza? Itu tidak normal, tidak normal bahwa di tanah kami, orang-orang itu menembaki kami," tambah dia.

Sharon mengklaim bahwa setelah serangan lintas batas Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, warga di Gaza "turun ke jalan dan menari-nari."

"Mereka tidak bersedih dengan apa yang terjadi. Islam tidak menyukai kami. Oke. Jadi sekarang waktunya mereka membayar," tukasnya.

Baca Juga: Riwayat Pendidikan Umay Shahab, Mantan Artis Cilik Dirujak Usai Sindir Program Makan Gratis

Saat ditanya tentang seruan Israel untuk mendirikan pemukiman ilegal Yahudi di Jalur Gaza, Sharon berkata "Kami akan sangat senang jika akan ada pemukiman (Yahudi) di Gaza... Gaza adalah kota Yahudi 2.000 tahun yang lalu, 500 tahun yang lalu," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI