Warga KSB, kata Furqon, mulanya hanya bertahan di aula, Rusun Bayam. Tidak ada warga yang masuk ke dalam unit hunian.
Namun, berjalannya waktu banyak membuat warga tidak tahan. Anak-anak dan para lansia pun banyak yang sakit akibat hanya tidur di aula.
“Kami akhirnya sebagai kepala keluarga cari cara untuk bisa hidup lebih layak,” kata Furqon.
Di saat itu, Furqon mengaku, ada hunian yang tidak terlunci. Hunian tersebut berada di lantai dua Rusun Bayam.
Setelah dicek satu persatu ternyata banyak kamar hunian yang saat itu tidak terkunci. Hal itu dimanfaatkan oleh oara warga untuk tinggal di dalamnya.
“Kami gak merusak anak kunci, karena pintu itu gak terkunci makanya kami masuk. Banyak anak-anak dan lansia yang sakit akibat tidur di luar (aula),” ucap Furqon.
Saat ini, Furqon mengaku, warga yang menempati Rusun Bayam sebanyak 40 KK,atau sekitar 200 jiwa menghuni hunian tersebut.