Sanak famili Moran - yang terdiri dari nenek, putra sang nenek, menantunya dan dua cucunya - sudah mengungsi di dalam kompleks gereja tersebut sejak pekan pertama perang. Rumah mereka sudah rata oleh bom-bom Israel.
"Siapa saja yang hendak pergi akan ditembak. Termasuk petugas sampah dan tukang bersih-bersih, yang mayatnya masih tergeletak di luar," terang Moran.