Namun saat usul tersebut diproses, banyak umat Islam yang protes karena 1 Muharram bertepatan dengan Tahun Baru Islam Hijriyah.
Lantaran itu, Bamusi kemudian mencari alternatif hari bersejarah yang relevan dengan perjuangan santri.
Kemudian tercetus peristiwa bersejarah pada 22 Oktober 1945 yang dikenal sebagai Hari Seruan Jihad Nasional oleh Hadhratus Syekh Hasyim Asy'ari.
Bamusi kemudian beraudiensi ke kediaman Wapres Jusuf Kallah dan juga ke Istana Wapres. Saat itu, Bamusi menyodorkan tgl 22 Oktober sebagai alternatif.
Wapres JK meneruskan usul tersebut, yang ternyata juga dikemudian hari sejalan dengan usul dari ormas NU yang masuk ke istana Jokowi. Akhirnya tanggal 22 Oktober resmi disahkan sebagai hari santri nasional.