Partai Geert Wilders Menang Pemilu, Muslim Belanda Khawatir Jadi Warga Negara Kelas Dua

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 24 November 2023 | 14:59 WIB
Partai Geert Wilders Menang Pemilu, Muslim Belanda Khawatir Jadi Warga Negara Kelas Dua
Geert Wilders, politikus yang dikenal anti Islam dan imigran, berpotensi besar jadi Perdana Menteri Belanda setelah partainya PVV dipastikan memenangkan pemilu pada Kamis (23/11/2023). [Twitter/Geert Wilders]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Warga Muslim Belanda mengaku cemas dan khawatir setelah PVV memenangkan pemilu. Geert Wilders, pemimpin partai itu, diketahui selalu menyuarakan kebijakan anti Islam dan anti pendatang di negara Kincir Angin tersebut.

Berdasarkan hasil hitung cepat, Kamis (23/11/2023), setelah pemungutan suara pada Rabu kemarin, PVV diprediksi meraih kursi mayoritas di Parlemen Belanda dengan 37 kursi.

PVV sendiri dalam manifestonya secara gamblang mengatakan akan melarang pendirian masjid, melarang kerudung atau jilbab dan melarang peredaran Al Quran di Belanda.

"Hasil pemilu ini sangat mengejutkan Muslim Belanda," kata Muhsin Koktas, perwakilan dari CMO, sebuah lembaga yang mewakili umat Islam Belanda dalam hubungan dengan pemerintah.

"Kami tak mengira partai degnan program yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum akan menjadi sangat besar," lanjut dia.

Sebelumnya Wilders secara terbuka menyerang Islam. Ia pernah menyebut Islam sebagai ideologi fasis; hasil dari budaya terbelakang; dan agama yang membawa kemunduran.

Sejak 2004, Wilders selalu dijaga ketat oleh polisi karena keselamatannya terancam. Pada 2026 ia dihukum karena menyebut imigran asal Maroko sebagai sampah dalam sebuah kampanye.

"Kami sangat khawatir akan masa depan Islam dan umat Muslim di Belanda," kata Koktas.

Kerisauan yang sama juga dirasakan oleh Habib El Kaddouri, yang memimpin organisasi warga Belanda keturunan Maroko. Ia mengatakan menangnya PVV dalam pemilu adalah pesan dari mayoritas warga Belanda kepada kelompok minoritas.

Baca Juga: Dubes Belanda Lambert Grijns: Ada Puluhan Ribu Media Itu Capaian Luar Biasa bagi Indonesia

"Tekanan dan ketakutan sangat besar dirasakan. Wilders terkenal akan ide-idenya yang menyudutkan Islam dan warga keturunan Maroko. Kami khawatir akan jadi warga negara kelas dua," kata Kaddouri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI