![Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata didampingi Komandan Satpom Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Pom Made Oka Darmayasa saat memberikan keterangan pers, Selasa (26/9/2023). [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/26/67794-kapolres-metro-jakarta-timur-kombes-leonardus-simarmata.jpg)
"Kami masih mendalami semuanya, kami tidak mau terburu-buru karena ini harus diungkap secara scientific, tidak bisa dilakukan dengann asumsi atau dugaan," kata dia.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Leonardus, penyidik melakukan pendalaman dengan melibatkan ahli interprofesi. Mulai dari kedokteran forensik hingga psikologi forensik atau Apsifor.
"Kami koordinasi dengan Asosiasi Psikologi Forensik atau Apsifor untuk mengetahui motif daripada kejadian," jelasnya.
Enam Luka Bacok
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto sebelumnya mengungkap ada enam luka bacok di dada CHR. Luka tersebut terletak di dada sisi kiri dan kanan.
Hariyanto menyampaikan ini berdasar hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap jasad CHR.
"Ada enam luka di dada. Tiga kanan dan tiga kiri," kata Hariyanto saat dihubungi, Selasa (26/9/2023).
Luka bacok tersebut, kata Hariyanto, cukup parah. Bahkan sampai mengakibatkan pendarahan fatal.
"Kehabisan darah, jadi karena luka yang cukup parah hingga ada darah keluar banyak di rongga perut jadi mengenai hati tapi saat kita lihat anunya cela napasnya ada jelaga, di sana. Artinya sebelum meninggak full dia sempat menghirup udara bakaran itu," ungkapnya.
Baca Juga: Profil Aipda DS: Polisi Viral Merokok Saat Motoran, Kapolres Cimahi Buru-buru Bilang Begini
Adapun berdasar hasil autopsi, luka bakar pada jasad CHR diperkirakan mencapai 91 persen.