Kasus Nasabah AdaKami, Ini 7 Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat

Minggu, 24 September 2023 | 12:25 WIB
Kasus Nasabah AdaKami, Ini 7 Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat
Ilustrasi bayar utang. [ANTARA/Sigid Kurniawan]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Selanjutnya adalah coba mengatur pengeluaran dengan baik. Sebab, seseorang bisa memprioritaskan yang penting dan menunda yang sebaliknya. Catat secara rutin setiap pengeluaran termasuk yang paling rendah sehingga dapat dievaluasi dengan mudah.

Ketimbang membuang-buang uang untuk hal kurang penting, lebih baik dipakai sebagai pelunas utang. Jika anda bijak dengan pengeluaran, maka pinjol yang selama ini menghantui bisa dengan cepat terlunasi. Batasi diri agar tak membeli yang kurang perlu.

4. Coba Menjual Aset

Selain barang bekas, anda juga bisa menjual aset untuk melunasi pinjol. Aset ini dapat berupa emas, berlian, tanah, dan rumah. Perhiasan menjadi yang paling cepat terjual, sehingga perlu diutamakan. Sementara sisanya memang butuh pertimbangan.

Sebab, rumah menjadi tempat hidup dan perlu melihat konsekuensinya. Jika belum ada rumah lain, menjualnya tidak terlalu direkomendasikan. Usai menjual aset, jangan khawatir. Setelah utang lunas, anda bisa kembali menabung untuk membelinya lagi.

5. Pakai Tabungan

Banyak orang yang meski terlilit utang, namun tetap memiliki tabungan. Mereka memilih tak memakai uang ini untuk hal-hal yang mungkin akan terjadi di kemudian hari, seperti kecelakaan. Padahal, sebagian bisa dipakai untuk membayar utang.

Dengan menggunakan sebagian tabungan untuk membantu membayar utang, permasalahan bisa perlahan berkurang. Dana yang dapat dipakai yakni sekitar 30% hingga 40%. Sisanya, disimpan untuk masa depan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.

6. Memperbanyak Sumber Pemasukan

Baca Juga: Pengusaha Annar Sampetoding Ancam Pidanakan Mertua Menpora dan Kuasa Hukum

Untuk melunasi pinjol secara cepat berikutnya adalah dengan memperbanyak sumber pemasukan. Cari pekerjaan tambahan yang tak mengganggu pekerjaan utama dan menguras energi. Hal ini juga bisa dilakukan secara online, seperti menulis hingga berjualan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI