Suara.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengimbau semua pihak untuk mengindari politik uang. Terutama kepada para warga yang nantinya bakal memberikan suaranya di kotak suara sebagai pemilih.
Imbauan ini disampaikan Cak Imin selaku bakal Cawapres dari Anies Baswedan sekaligus menanggapi ramainya sorotan terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait politik uang.
"Ya hindari politik uang karena suara anda adalah penentu masa depan," kata Cak Imin di kawasan TMII, Jakarta Timur, Kamis (13/9/2023).
Menurut Cak Imin, politik uang itu merupakan uang yang nantinya sewaktu-waktu dapat ditagih.
"Kalau anda memilih berdasarkan uang dikhawatirkan nanti ditagih karena itu hanya utang aja," kata Cak Imin.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menanggapi pernyataan bakal calon presiden Prabowo Subianto yang membolehkan masyarakat untuk menerima uang dari partai politik. KPK berbeda pandangan dengan capres dari Partai Gerindra itu.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menilai, serangan fajar atau membagi-bagi uang pada suasana pemilihan umum sikap koruptif.
"Kami terus melakukan edukasi. Ini tidak hanya edukasi yang kami lakukan itu, tidak hanya kepada masyarakat sebagai penerima dari serangan fajar, tapi juga baik itu penyelenggara pemilunya, dari itu KPU, dari Bawaslu, dari calon-calon anggota legislatif, eksekutifnya, termasuk kepada masyarakat," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
"Untuk sama-sama bahwa serangan fajar yang dimaksudkan misalnya dengan bagi-bagi uang, dan sebagainya dalam proses yang sedang berjalan itu, itu tindakan koruptif," Ali menambahkan.
Menurutnya dampak yang diakibatkan dari politik uang tersebut adalah masyarakat yang menerimanya.