Komitmen Pemprov DKI Majukan UMKM di Jakarta

Senin, 11 September 2023 | 10:44 WIB
Komitmen Pemprov DKI Majukan UMKM di Jakarta
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama Pj Tim Penggerak (TP) Ketua PKK Mirdiyanti Heru mengunjungi bazar UMKM di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/8/2023) (Dok. Pemprov DKI).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Karena itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para pemangku kepentingan ekonomi, untuk lebih memperhatikan pertumbuhan jumlah pelaku UMKM di Ibu Kota.

Heru mengatakan, keberlanjutan UMKM di Jakarta menjadi tanggung jawab bersama. Terlebih dalam mendukung produk-produk local, dengan mengkampanyekan penjualannya di berbagai platform e-commerce. Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan untuk membangun masa depan ekonomi yang kuat dan inklusif.

"Perlu dukungan yang memadai terhadap para pelaku UMKM ini agar mereka dapat mengedepankan kualitas produknya. Hal ini akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung upaya pemulihan kesehatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan," ucap Heru, Sabtu (9/9).

Salah satu program untuk mendorong pertumbuhan UMKM adalah pendampingan sertifikasi halal yang akan diberlakukan pada 2024 mendatang. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menjalankan program pendampingan sertifikasi halal untuk 3.075 pelaku UMKM binaan JakPreneur.

Kepala DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta Ratu Elisabeth Rante Allo menyatakan, program pendampingan ini dibagi menjadi tiga gelombang. Tahap pertama, penyerahan sertifikat halal secara simbolis di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 22 Agustus 2023. Total ada 1.075 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang menerimanya.

“Tahap pertama berlangsung sejak Mei sampai Juni 2023 dengan jumlah 1.075 IKM. Kemudian, batch dua dan tiga saat ini sedang berjalan sampai November 2023 dengan kuota 2.000 IKM,” jelas Ratu.

Ia menambahkan, ribuan IKM yang mengikuti program sertifikasi halal itu berasal dari 44 kecamatan yang tersebar di lima wilayah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta.

Jakarta sebagai Model Replikasi

Sementara itu, Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati mengungkapkan apresiasinya atas program pendampingan sertifikasi halal sejak 2015 tersebut. Ia berharap, sertifikat halal yang diserahkan ini tidak hanya menjadi bukti kepatuhan produsen terhadap regulasi negara, tetapi juga menjamin keamanan dan kualitas produk-produk bagi konsumen.

Baca Juga: La Vida Home Indonesia dan Sunandsand, UMKM Binaan BRILIANpreneur Go Global di New York Now Summer Market 2023

"Saya sangat mengapresiasi program pendampingan sertifikasi halal yang diinisiasi oleh Pemrov DKI sejak 2015. Ini menjadi momentum yang sangat baik, karena menggabungkan dua hal yang sangat penting dalam pembangunan industri halal di Indonesia, yakni sertifikasi halal dan promosi produk halal,” terang Muti.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI