Hal tersebut juga disampaikan oleh Petugas Keamanan Perumahan Bukit Cinere Indah, Jafar. Jafar menyebut GA dan DA sudah hidup berdua sejak suami GA meninggal pada tahun 2011 silam.

Sejak saat itu, tidak ada tetangga ataupun kerabat mereka yang datang untuk menjenguk. Saking tertutupnya GA dan DA, Jafar dan juga warga sekitar sempat mengira bahwa ibu dan anak tersebut pergi keluar negeri setelah satu bulan tidak terlihat.
Putus Hubungan dengan Keluarga
Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Ahmad Fuady yang juga hadir di TKP serta turut mengawal proses olah TKP menyebut bahwa pihaknya menemukan secarik kertas bertuliskan nomor telepon dan nama.
Diduga nomor tersebut merupakan nomor keluarga korban. Namun sayang tidak ada keterangan lain yang menjelaskan karena diduga GA dan DA putus hubungan dengan pihak keluarga.
Pesan di Laptop
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Hengki Haryadi mengungkap bahwa kepolisian menemukan sebuah tulisan dengan judul “to you whomever” dalam sebuah laptop.
Dalam tulisan tersebut, tertulis pesan ‘siapa pun yang membaca tulisan ini, mungkin pada saat melihat tulisan ini saya dan ibu saya sudah meninggal dunia’.
Meski demikian, Hengki enggan menyimpulkan bahwa tulisan tersebut merupakan pesan ataupun sebuah wasiat. Saat ini, tulisan tersebut masih didalami oleh tim forensik digital.
Baca Juga: Pola Hidup Ibu Anak yang Ditemukan Tewas di Depok: Tertutup, Keluar Rumah Setiap Kamis
Hengki menyebut, pihak kepolisian masih harus mendalami pesan tersebut dan siapa penulis dari pesan yang ada.