Buntut aksinya memaki-maki siswi SMK yang tengah magang di salah satu pusat perbelanjaan, Luluk dan suaminya, Bripka Mochamad Nuril Huda dipanggil dan diperiksa di Mapolres Probolinggo. Wakapolres Probolinggo, Kompol Nur Halim mengatakan saat kejadian, Luluk dalam keadaan emosi.
"Yang bersangkutan sudah kami panggil bersama suaminya untuk diperiksa. Hasil klarifikasi, saat kejadian yang bersangkutan (Luluk) dalam kondisi emosi," katanya, Selasa (5/9/2023).
Nur Halim juga mengatakan Luluk dan Nuril bersedia meminta maaf kepada siswi tersebut. Pihaknya juga akan mengadakan mediasi Luluk serta Nuril dan pihak sekolah.
Aksi Luluk tersebut dilakukannya karena merasa marah atas perlakuan yang dinilainya tidak layak. Menurut Luluk siswi itu menyepelekannya dan menganggap Luluk tidak mampu membayar produk pakaian anak yang dipilihnya.
Pihak sekolah sebelumnya layangkan somasi ke Polres Prbolinggo. Humas SMKN 1 Probolinggo, Juni Hidayati mengatakn Luluk belum penuhi tuntutan sekolah.
"Kami tak menuntut banyak. Hanya permintaan maaf yang diunggah di media sosialnya saja. Sampai sekarang belum ada video permintaan maaf itu," jelasnya.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma