Budiman Sudjatmiko Membelot ke Prabowo, Bikin Temen Eks PRD-nya Ngamuk; Mencoreng Nama Baik Aktivis 98

Selasa, 22 Agustus 2023 | 11:41 WIB
Budiman Sudjatmiko Membelot ke Prabowo, Bikin Temen Eks PRD-nya Ngamuk; Mencoreng Nama Baik Aktivis 98
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan politisi PDIP Budiman Sudjatmiko (kanan) saat berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ungkapan kekecewaan terhadap manuver Budiman Sudjatmiko yang mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) tak hanya membuat kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kecewa.

Pernyataan kemarahan bahkan juga disampaikan teman satu selnya di penjara Lapas Cipinang saat berstatus tahanan politik di masa Orde Baru (Orba) Petrus Hariyanto.

Mantan Sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu dengan tegas menyatakan manuver politik Budiman mengkhianati rekan seperjuangannya dan korban penculikan pada masa Rezim Soeharto.

"Deklarasi tersebut bukan hanya menunjukkan Budiman mengkhianati kawan-kawan seperjuangannya, tapi juga mengkhianati keluarga korban penculikan. Lebih dalam lagi, dia telah mengkhianati demokrasi dan nilai-nilai kemanusian," kata Petrus dalam keterangannya dikutip Selasa (22/8/2023).

Petrus mengemukakan, manuver Budiman tidak menghapus jejak Prabowo sebagai penjahat HAM. Dengan manuver Budiman tersebut, Petrus menegaskan hal tersebut menandakan teguhnya politik impunitas.

"Itu adalah langkah politik yang ingin menghapus jejak hitam pelaku pelanggaran HAM, meneguhkan politik impunitas,” sambungnya.

Baginya, pernyataan yang disampaikan mantan Ketum PRD mengenai Prabowo sebagai pemimpin strategis hanya retorika belaka.

"Itu pembenaran Budiman saja, untuk melegitimasi bahwa berangkulan dengan penculik adalah keharusan sejarah. Itu bukti pragmatisme Budiman supaya bisa mendapatkan sesuatu ketika Prabowo berkuasa. Padahal belum tentu juga Prabowo menang," tuturnya.

Tak sampai di situ, ia juga menilai,mempertontonkan politik oportunis. Terlebih karir politik Budiman di PDIP dianggapnya mandeg.

Baca Juga: Soal Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Gibran: Biar Senior-senior yang Memutuskan Yah

"Mana yang lebih menguntungkan. Tetap di PDI Perjuangan tetapi karier politiknya mandeg, atau berpindah ke Prabowo yang digadang-gadang akan memenangi pertarungan pilpres?" tanya Petrus.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI