Suara.com - Pangdam Jaya Mayjen Mohammad Hasan meminta anggotanya untuk beralih menggunakan kendaraan umum, buntut polusi udara di Jakarta yang menempati peringkat paling buruk kedua setelah Dubai.
“Berlaku untuk semuanya, untuk Jakarta,” kaya Hasan, usai Grebek Ciliwung di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/8/2023).
Hasan juga mengimbau agar masyarakat Jakarta agar ikut beralih dalam memilih transportasi, yang sebelumnya menggunakan mobil atau motor pribadi, kini dapat menggunakan kendaraan umum.
"Saya juga mengimbau agar masyarakat juga menyadari ini. Jangan kebanyakan bawa mobil atau motor ke mana-mana," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana mengatakan, agar para aparatur sipil negara (ASN) memberikan contoh kepada masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan umum. Terlebih, Pj Gubernur, Heru Budi Hartono telah memberikan imbauan.
"Jadi untuk kewajiban bagi para aparat harus menjadi teladan dan dari pak gubernur juga sudah ada imbauan untuk menggunakan angkutan umum bagi para aparat," ucap Ali.
Pun, jika para ASN memang tetap ingin menggunakan kendaraan pribadi, khususnya kendaraan dinas. Kendaraan tersebut harus dicek secara berkala.
"Dan yang paling penting kalaupun kendaraan dinas ini digunakan harus diuji emisi secara berkala, dicek dan diservis kendaraanya," ucapnya.
Diketahui pada Selasa (15/8/2023) Jakarta menempati urutan kedua, kota penyandang udara paling buruk di dunia, dengan torehan US Aqi mencapai 174.
Baca Juga: Jakarta Darurat Polusi Udara, Heru Budi Imbau Penggunaan Pertamax Turbo Hingga Pengetatan Uji Emisi
Sementara peringkat pertama ditempati oleh Dubai, dengan torehan US Aqi mencapai 177.