"Adapun pelanggan tertinggi harian tercatat ada 733 orang yang dilayani oleh layanan berkode SH1 ini," ujar Joseph dalam keterangannya, Minggu (30/7/2023).
Dengan adanya rute baru ini, Joseph berharap keberadaan layanan Transjakarta masuk Bandara Soetta diakui penumpang cukup membantu mereka dalam bermobilisasi.
“Kami berharap layanan ini tidak hanya mempermudah karyawan yang bekerja di kawasan Bandara, baik untuk berangkat maupun kembali pulang ke rumah masing-masing tetapi juga memudakan masyarakat umum untuk beraktivitas di sepanjang jalur yang dilintasi,” ucap dia.
Selain itu, pihaknya juga memperpanjang jadwal selama 30 menit. Awalnya, rute ini beroperasi pukul 06.00 WIB-09.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-21.00 WIB.
Kini, jadwalnya diubah jadi selama perpanjangan uji coba jadi pukul 05.30 WIB-09.00 WIB dan pukul 16.30 WIB-22.00 WIB.
Untuk layanan ini, Transjakarta menyediakan sebanyak 5 unit bus tipe low entry yang memudahkan pelanggan disabilitas maupun yang membawa barang saat beraktivitas.
Selama masa uji coba, tarif bus Transjakarta rute Kalideres-Bandara Soetta belum dikenakan biaya atau gratis. Namun, pelanggan tetap diwajibkan untuk melakukan tap in maupun tap out menggunakan kartu uang elektronik (KUE).
Sejak awal uji coba diberlakukan, Pemprov DKI menargetkan layanan ini bisa mengangkut 2.500 penumpang setiap harinya. Namun, sayangnya angka ini belum terealisasi.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pun mengaku akan mengevaluasi operasional bus Terminal Kalideres-Bandara Soetta dari hasil uji coba.
Baca Juga: Uji Coba Tiga Pekan, Transjakarta Rute Kalideres-Bandara Soetta Angkut 14.222 Penumpang
"Namanya saja trial and error, uji coba pasar, uji coba rute. Kalau tadi tidak mencapai target, ya kita pikirkan. Tujuan pemerintah daerah adalah supaya mengurai kemacetan di sekitar bandara. Kita coba dengan transportasi umum. Tapi, sekali lagi sampai di mana kelayakannya itu, bisa bagus, bisa dilanjutkan, bisa dipikirkan kembali," ungkap Heru pada Jumat, 28 Juli.