Saat ini petugas Bina Marga telah mengganti pelat tersebut dengan pelat besi sementara untuk nantinya diperbaiki secara permanen.
Hilangnya pelat besi ini ternyata bukan kali pertama, melainkan sudah kerap terjadi. Akibatnya, warga terpaksa menyebrang melalui jalan besar penghubung Jakarta-Tangerang itu.
"Yang kasihan anak sekolah pada mau nyebrang gak bisa, ibu-ibu, bapak-bapak. Dari pada jatuh, mending jatuh doang kalo ada mobil, akhirnya nyebrang lewat jalan biasa," ujarnya.