Cerita Keluarga Korban Tambang Emas Banyumas: Saudara Sempat Berfirasat

Rabu, 02 Agustus 2023 | 17:44 WIB
Cerita Keluarga Korban Tambang Emas Banyumas: Saudara Sempat Berfirasat
Lokasi tambang Desa Pancurendang, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. (Suara.com / Citra Ningsih)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Duka cita kini menyelimuti para keluarga 8 penambang emas Banyumas yang terjebak di lubang galian sejak Selasa (25/7/2023).

Keluarga kini harus merelakan kepergian kedelapan penambang tersebut lantaran Tim SAR menutup operasi pada Selasa (1/8/2023) setelah sepekan bersusah payah menyelamatkan para penambang.

Tim SAR kini telah menilai bahwa sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan di lubang tambang tersebut.

"Sudah tidak efektif karena sudah hari ketujuh. Tanda-tanda korban meninggal sejak hari pertama sudah ada" kata Adah Sudarsa, Kepala Basarnas Cilacap sekaligus SAR Mission Coordinator, Selasa, (1/8/2023).

Saudara kembar sempat berfirasat buruk soal kepergian sang penambang

Salah satu dari 8 penambang tersebut adalah Muhammad Rama Abdul Rohman (38), warga Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang jauh merantau ke Banyumas untuk menambang.

Saudara kembar Rohman, Romi Abdul Rohim menceritakan bagaimana pertemuan terakhir kalinya dengan sang kembaran.

Kala itu, Rohman berpamitan kepada Rohim untuk pergi Banyumas untuk ikut menambang emas. Rohim melihat gelagat yang tak biasa dari Rohim, yakni mengajaknya berfoto.

Rohim kepada wartawan Jumat (28/7/2023) mengaku bahwa dirinya merasakan ada hal yang aneh kala saudara kembarnya tersebut mengajak mengambil gambar.

Baca Juga: Tambang Emas di Banyumas Memakan Korban, Polisi Terus Melakukan Pengejaran Tersangka dan Penutupan Lokasi

Ternyata, foto tersebut menjadi foto terakhir Rohim dan Rohman bersama.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI