3. Lima (Limo)
"Lima" melambangkan angka lima, yang memiliki banyak makna dalam berbagai budaya, termasuk dalam kepercayaan Jawa.
Dalam Sedulur Papat Lima Pancer, angka lima ini menggambarkan lima unsur alam yaitu bumi, air, udara, api, dan eter. Lima unsur ini dipercaya sebagai elemen-elemen dasar yang membentuk seluruh alam semesta dan kehidupan manusia.
4. Pancer (Pancaran)
"Pancer" berarti "pancaran" atau "sinar." Simbol ini melambangkan kebijaksanaan, pencerahan, dan kejernihan pikiran. Dalam konteks ini, "pancer" mengajarkan pentingnya memiliki wawasan yang baik, berpikiran terbuka, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Diharapkan manusia berada dalam satu wadah yang sama dalam pancer ini.
Setelah mengetahui makna simbolisnya, berikut ini sedulur papat limo pancer menurut Primbon Jawa:
- Kakang Sawah adalah air ketuban yang membantu manusia dilahirkan ke dunia. Karena air ketuban keluar pertama kali, masyarakat Jawa menyebutnya Kakang, yang berarti Kakak.
- Adi ari-ari atau plasenta, adalah ari-ari yang keluar setelah bayi dilahirkan dan disebut Adi, yang berarti adik dalam bahasa Indonesia.
- Getih adalah darah, yang menjadi hal utama bagi ibu dan bayi. Saat berada dalam kandungan, bayi dilindungi oleh getih.
- Puser atau pusar adalah tali plasenta yang menghubungkan ibu dan bayi. Tali pusar ini menyediakan nutrisi yang penting bagi kelangsungan hidup bayi saat di dalam kandungan.
- Pancer, juga disebut sebagai tubuh wadah atau diri sendiri, merupakan pusat kehidupan utama ketika manusia lahir ke dunia. Masyarakat Jawa meyakini pentingnya menyelaraskan kelima hal ini agar menjadi satu kesatuan yang utuh.
Sedulur Papat Lima Pancer adalah simbol kearifan lokal Jawa yang mengajarkan nilai-nilai universal tentang persaudaraan, keseimbangan, dan kebijaksanaan. Konsep ini tetap relevan dalam era modern, di mana kebersamaan dan kebijaksanaan sangat diperlukan untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna dan harmonis.
Itulah arti sedulur papat limo pancer dalam budaya Jawa. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Baca Juga: 4 Hari yang Dilarang Berhubungan Suami Istri Menurut Primbon Jawa, Jangan Akhir Pekan!