Suara.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian mengklaim partainya solid di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Ia meminta semua kader dan elite Golkar kompak melawan perompak demokrasi yang menggaungkan diadakannya musyawarah luar biasa atau Munaslub.
"Saya mengajak semua kader dan elit Partai Golkar selalu kompak untuk menghadapi perompak demokrasi yang bisa merusak tatanan dan keluhuran demokrasi yang telah kita bangun," kata Hetifah kepada wartawan, Minggu (30/7/2023).
Hetifah menjelaskan, Munaslub hanya dapat dilakukan sebagai jalan terkahir ketika terdapat musibah atau kondisi darurat di dalam partai. Sementara Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga kekinian dinilainya telah menjalankan peranannya dengan baik.
![Hetifah Sjaifudian. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/18/92694-hetifah-sjaifudian-istimewa.jpg)
Atas hal itu, Hetifah yang juga merupakan Ketua Umum DPP Al Hidayah ini meminta semua pihak tidak menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan ambisi politik sempit dan jangka pendek.
"Saya ingin kawan-kawan yang merasa siap memimpin Partai Golkar periode selanjutnya agar menunggu saatnya melalui kontestasi di Munas Partai Golkar 2024 yang dipilih langsung dan tidak mencari cara lain dan menjauhkan dari cara-cara yang tidak sehat, tidak etis, tidak demokratis," ujarnya.
Munaslub
Diberitakan sebelumnya pemrakarsa Penggerak Kebangkitan Partai Golkar yang terdiri dari sejumlah eksponen Partai Golkar mendukung dilaksanakannya Munaslub untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum. Mereka bahkan sudah membulatkan pilihan untuk mendorong Luhut Binsar Pandjaitan menjadi penggantinya.
Eksponen Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Lawrence TP Siburian menuturkan ada sejunlah tokoh yang sebenarnya layak untuk menjadi ketua umum Golkar. Termasuk Bahlil Lahadalia, yang belakangan menyatakan diri siap maju pemilihan ketua umum.
"Semua tokoh-tokoh kita yang punya kapasitas untuk jadi ketua umum menggantikan Pak Airlangga itu kita sudah bikin matriksnya, dan kita sudah menganalisis satu per satu," kata Lawrence dihubungi, Selasa (25/7/2023).
"Ya seperti Pak Luhut, Pak Bahlil, kemudian itu Pak Agus Gumiwang, kemudian itu Pak Bambang Soesatyo dan lain-lain. Jadi kita sudah bahas dan kita sudah pada satu kesimpulan bahwa mereka itu memang punya kapasistas," sambung Lawrence.