Suara.com - Siapa itu Dewi Kam? Belakangan ini, profil Dewi Kam sering dibicarakan. Pasalnya, Dewi Kam adalah seorang pengusaha perempuan Indonesia yang sukses masuk ke dalam jajaran orang terkaya nomor delapan di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaire.
Dengan harta kekayaan mencapai US$ 4,9 miliar atau setara dengan Rp 72,8 triliun, saat ini posisinya berada satu tingkat mengalahkan pemilik CT Corp, Chairul Tanjung yang berharta US$ 4,8 miliar atau setara dengan Rp 71,3 triliun. Seperti apa profil Dewi Kam dan dari mana sumber pendapatannya?
Perlu kalian ketahui, Kekayaan Dewi Kam melonjak pesat hingga 2,69 persen, naik US$129 juta atau Rp1,9 triliun. Di mana, sebelumnya harta Dewi Kam menyentuh angka US$2 miliar dan berada di peringkat ke-21 orang terkaya di Indonesia pada Desember 2022 lalu. Bagaimana, semakin penasaran dengan profil Dewi Kam?
Profil Dewi Kam
Dewi Kam dinobatkan sebagai seorang perempuan terkaya di Asia Tenggara. Dan menariknya, Dewi Kam adalah seorang pengusaha asal Indonesia.
Dilansir dari laman Forbes Real Time Billionaires, Minggu (23/7/2023), total harta kekayaan Dewi Kam saat ini ditaksir mencapai nilai US$ 4,3 miliar atau Rp 64,5 triliun (kurs Rp 15.000/dolar AS).
Kekayaan Dewi Kam itu terpaut cukup jauh dari beberapa wanita terkaya di Asia Tenggara lainnya seperti Somurai Jaruphnit asal Thailand dengan kekayaan mencapai US$ 3,9 miliar.
Menurut catatan Forbes, Dewi Kam memang menjadi seorang wanita terkaya nomor 1 di ASEAN. Namun, kalau dilihat dari kacamata yang lebih besar, Dewi Kam menduduki posisi ke-659 sebagai wanita terkaya di dunia.
Diketahui, Dewi Kam memiliki saham sekitar 10 persen di perusahaan Bayan Resources. Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang dimiliki oleh orang terkaya Indonesia, Low Tuck Kwong.
Baca Juga: Transisi Lebih Cepat ke Energi Bersih Dapat Selamatkan Sekitar 180.000 Nyawa di Indonesia
Selain itu, Dewi Kam juga dikenal cukup luas sebagai pengusaha yang menjalankan bisnis pembangkit listrik, salah satunya adalah lewat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Dirinya terlibat di dalam proyek PLTU Jeneponto, Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.