Ketertarikannya pada segala hal yang berbau Yahudi bermula ketika ia melakukan kunjungan ke Israel pada 2012.
Sepulangnya dari sana, Monique merasa tak sedikit informasi yang beredar di Indonesia mengenai Israel dan Yahudi disampaikan berat sebelah.
Hal itu bertentangan dengan salah satu prinsip jurnalistik yang ia pegang selama ini,yakni keberimbangan atau cover both sides.
Setahun kemudian, Monique mendapatkan kesempatan untuk meliput sebuah komunitas Yahudi di Indonesia. Momen inilah yang menjadi salah satu faktor yang mengubah jalan hidupnya.
Hasil liputannya lalu ditayangkan di salah satu TV swasta. Setelah itu Monique dilaporkan ke Komisi Penyiaran (KPI) Indonesia oleh salah satu organisasi berbasis Islam.
Namun KPI tidak menemukan adanya kesalahan jurnalistik dalam liputan Monique dan laporan tersebut berakhir dengan baik.
Hadassah of Indonesia ia dirikan bersama sang suami pada 2016. Menurutnya, yayasan itu didirikan atas tiga tujuan,yakni mengedukasi masyarakat Indonesia tentang Yahudi, Islam, Israel dan palestina serta Hoiocaust.
Ketertarikannya pada Israel dan Yahudi lalu mengantarkan Monique bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Momen itu dia dapati pada 2017, ketika ia kembali berkunjung ke Israel untuk menghadiri Christian Media Summit bersama 130 wartawan dari 70 negara.
Baca Juga: Pablo Benua Bela Pesantren Al Zaytun dan Umumkan Siap Jadi Donatur
Disana Monique berhasil berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan hingga sempat berfoto selfie.