Per Juli 2023, elektabilitas Anies dari survei LSI menunjukkan persentase sebesar 21,4 persen alias turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen. Peringkat kedua ditempati oleh Ganjar dengan suara sebesar 32,2 persen dan posisi atas diisi Prabowo Subianto dengan suara sebesar 35,8 persen.
AHY Sudah Digadang Sejak Awal Koalisi
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah digadang-gadang cocok jadi cawapres Anies sejak KPP terbentuk. Putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bahkan sempat mengamini ketika disinggung soal kesiapannya mendampingi Anies dalam Pilpres 2024.
"Kalau ada doa yang baik, harapan yang baik saya amini aja," kata AHY pada 8 Oktober 2022 lalu.
AHY mengatakan sejak awal Demokrat memiliki kedekatan dengan Anies. Walau tidak secara gamblang, tapi kesamaan visi misi cita-cita telah dimiliki dengan Anies dan AHY.
"Saya tentunya hanya ingin menyampaikan bahwa partai Demokrat dan saya pribadi bukan hanya memiliki kedekatan dengan soal Mas Anies Baswedan, tetapi juga di sana-sini memiliki kesamaan visi misi dan juga cita-cita," ujar AHY.
Nama Yenny Wahid Muncul Buat Dongkrak Suara NU
Nama Yenny Wahid santer dikabarkan jadi kandidat cawapres Anies. Masuknya nama putri Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam bursa cawapres dinilai dapat mengisi kelemahan Anies terutama di wilayah Jawa Timur yang notabene basis massa Islam Nahdlatul Ulama (NU).
Nasdem menjadi partai yang pertama kali memunculkan nama Yenny Wahid sebagai bakal cawapres Anies. Bahkan Waketum Nasdem Ahmad Ali pada Juni 2023 lalu menyatakan dukungannya jika Anies memilih Yenny.
"Saya secara pribadi akan sangat bahagia jika Anies memilih dia (Yenny Wahid), karena bukan lagi mandat saya sebagai wakil ketua umum partai, tapi mandat itu ada sama Mas Anies," ungkap Ali pada 27 Juni 2023 lalu.