Ancam anak pelaku dengan celurit
Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Aldhino menyebut pelaku tidak cuma emosi dengan korban karena sering mengambil kunyit di pekarangan rumahnya. Rupanya, pelaku juga menyimpan dendam karena korban pernah mengancam anaknya dengan senjata tajam celurit.
Polisi autopsi mayat korban
Polisi hingga sekarang masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan yang menyebabkan Mujiono tewas.
Aldhino melanjutkan, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Tim Inafis dan dokter forensik Polres Gresik sempat membongkar makam korban untuk melakukan proses autopsi.
Pelaku diamankan pihak kepolisian
Akibat aksi penganiayaan itu, pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polres Gresik. Dalam pemeriksaan, pelaku juga sudah mengakui semua perbuatannya.
Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus pembunuhan ini. Di antaranya bak air, kayu, golok, hingga lebih dari 50 ruas kunyit yang diambil korban dari pekarangan rumah pelaku.
Baca Juga: Seorang Ibu Disebut Aniaya Anak di Stasiun Karena Kesal Ketinggalan Kereta, Bikin Miris Warganet
Kontributor : Syifa Khoerunnisa