Gerindra Angkat Bicara Soal Sindiran Butet Tentang Sosok Calon Pemimpin

Minggu, 25 Juni 2023 | 20:09 WIB
Gerindra Angkat Bicara Soal Sindiran Butet Tentang Sosok Calon Pemimpin
Budayawan Butet Kartaredjasa
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Partai Gerindra angkat bicara ihwal sindiran dari Butet Kartaredjasa tentang calon pemimpin. Salah satunya, Butet menyebut hati seluruh rakyat Indonesia pasti akan sedih, jika kelak ada presiden hobinya kok menculik.

Meski Butet tidak spesifik menyebut siapa-siapa saja calon pemimpin yang dimaksud dalam sindirannya, Gerindra menegaskan tentang pesan Ketua Umum Prabowo Subianto.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan Prabowo berpesan agar para kader tidak melakukan sindiran apalagi menjelekan dan memfitnah pihak lain.

"Seperti yang disampaikan oleh Bapak Prabowo siapapun yang menyindir termasuk yang membuli, menjelekkan, memfitnah Pak Prabowo mengajak kami semua kader untuk membalas dengan kebaikan," kata Riza di Jakarta Utara, Minggu (25/6/2023).

Riza menegaskan kembali bahwa Gerindra tidak ambil pusing kalau ke depan ada sindiran-sindiran yang ditujukan kepada mereka. Gerindra, sebagainana pesan Prabowo, memilih untuk tetap membalas dengan kebaikan.

"Jadi apapun yang mereka sampaikan menjelek-jelekkan, menghina ,menghujat, memfitnah dan lain-lain, Pak Prabowo dan kami semua jajaran kader simpatisan relawan akan membalas itu semua dengan kebaikan," kata Riza.

Budayawan Butet Kartaredjasa turut meramaikan puncak perayaan Bulan Bung Karno (BBK) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (24/6/2023).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, awalnya musisi asal Yogyakarta bernama Sri Krishna Encik, sekitar pukul 12.20 WIB dipanggil oleh moderator untuk naik ke atas panggung.

Encik membawa dua buah lagu pada kesempatan itu. Ketika membawakan lagu pertama, Budayawan Butet Kartaredjasa membawakan pantun, terakhir Encik menyanyikan lagu 'Njarji Njarbeh.' Lagu pertama bertemakan tentang kebohongan. Setelah itu, Encik mempersilakan Butet membawakan pantun.

Baca Juga: Siap Jadi Timses Ganjar, Jenderal Andika Berbatik Merah

Butet mengatakan, pantun yang dibawanya ini bermuatan politis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI