Suara.com - Sholat Idul Adha hukumnya adalah sunnah muakkadah yang artinya sangat dianjurkan tapi tak wajib. Lantas manakah yang benar, sholat Idul Adha di masjid atau lapangan?
Merangkum NU Online, tak ada syarat khusus yang mengatur sholat Id harus dilaksanakan di masjid. Imam Malik berpendapat sholat Id baik dilaksanakan di lapangan terbuka.
Hal ini berdasar atas Nabi Muhammad SAW yang melakukan sholat Id di lapangan kecuali saat hari hujan atau halangan lainnya.
Adapun perbedaan antara tanah lapang dengan masjid adalah tanah lapang berada di area terbuka, sedangkan masjid berada di dalam bangunan tertutup.
“Dari Abi Sa'id Al-Khudri RA, ia berkata: "Rasulullah SAW biasa keluar menuju mushalla (tanah lapang/lapangan) pada hari Idul Fitri dan Adha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat."
"Kemudian beliau berpaling menghadap manusia, di mana mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Beliau memberi pelajaran, wasiat, dan perintah. Jika beliau ingin mengutus satu utusan, maka (beliau) memutuskannya. Atau bila beliau ingin memerintahkan sesuatu, maka beliau memerintahkannya dan kemudian berpaling ...." (HR. Bukhari 2/259-260, Muslim 3/20, Nasa`i 1/234; )
Mengerjakan sholat Id di tanah lapang adalah sunnah, kerana Nabi SAW menuju ke tanah lapang dan meninggalkan Masjid Nabawi yang lebih utama dari masjid lainnya.
Kala itu masjid Nabi belum mengalami perluasan seperti sekarang ini. Namun mengerjakan sholat Id di masjid adalah yang lebih utama.
Imam As-Syafi'i menyatakan jika masjid mampu menampung seluruh penduduk, maka mereka tidak perlu lagi pergi ke tanah lapang karena shalat Id di masjid lebih utama.
Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha dan Amalan Sunnah Lainnya
Namun jika tak bisa menampung, maka tak dianjurkan melakukan sholat Id di dalam masjid.