Suara.com - Dalam tradisi Islam, Sholat Idul Adha merupakan salah satu momen penting yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Seperti dengan banyak aspek dalam Islam, ada panduan dan hukum yang harus diikuti seputar acara ini, termasuk aturan makan sebelum Sholat Idul Adha.
Menurut sunnah Nabi Muhammad SAW, umat Muslim disarankan untuk tidak makan sebelum melaksanakan Sholat Idul Adha. Berbeda dengan Idul Fitri, di mana umat Muslim disarankan untuk makan sebelum sholat Idul Fitri, tradisi Idul Adha menyarankan hal yang berkebalikan.
Hal ini dimaksudkan agar umat Muslim dapat merasakan makna dari pengorbanan dan rasa lapar, sebelum mereka menyantap makanan dari hewan kurban.
Namun, meskipun merupakan anjuran, tidak makan sebelum Sholat Idul Adha bukanlah kewajiban yang mutlak. Artinya, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau merasa perlu untuk makan sebelum sholat, hal ini diperbolehkan.
Pada akhirnya, esensi dari Hari Raya Idul Adha adalah merenungkan makna pengorbanan, belas kasih, dan kebersamaan, yang mana dapat diimplementasikan melalui berbagai cara, termasuk bagaimana kita mempersiapkan diri untuk Sholat Idul Adha.
Hukum Makan Sebelum Sholat Idul Adha
Sebelum melakukan Sholat Idul Adha, umat Islam biasanya disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan.
Ketentuan ini termasuk dalam kategori sunah, yaitu tindakan yang jika diikuti dapat memperoleh pahala, namun jika tidak diikuti tidak akan menimbulkan dosa.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang berbunyi:
Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2023 dalam Bahasa Inggris, Siap Dibagikan ke Media Sosialmu
“Pada hari Idul Fitri, Rasulullah SAW tidak keluar untuk shalat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada Hari Raya Idul Adha (Nahr), beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat),” (HR. Ibnu Majah 1746).