Jejak Penyadapan Software Israel di Indonesia Menyasar Oposisi

Tim Liputan Khusus Suara.Com
Selasa, 13 Juni 2023 | 12:18 WIB
Jejak Penyadapan Software Israel di Indonesia Menyasar Oposisi
Ilustrasi alat mata-mata Israel di Indonesia. [Suara.com/Emma]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

"Yang bisa nyadap kayak begini itu cuma negara. Sebab modalnya dan harganya mahal sekali," ujar sumber tersebut.

Tim kemudian mencoba mengirimkan surat permohonan wawancara kepada KPK, BIN, dan BSSN. Namun hingga liputan ini tayang. KPK dan BIN tak memberikan keterangan.

Sementara itu, Kepala BSSN Hinsa Siburian meminta supaya IndonesiaLeaks menghubungi juru bicara BSSN, Ariandi Putra untuk mengatur waktu wawancara.

Tim telah menghubungi Ariandi sekaligus mengirimkan daftar pertanyaan, namun tak mendapat jawaban.

"Dalam waktu dekat waktunya belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Nanti Saya coba lihat kemungkinan waktunya," ujar Ariandi 6 Maret 2023.

Infografis Pegasus. [Suara.com/Rochmat]
Infografis Pegasus. [Suara.com/Rochmat]

Lima tahun lalu desas-desus masuknya Pegasus, piranti spyware yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group sudah didengar Damar Juniarto.

Direktur Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) itu mendapat cerita keberadaan Pegasus di Indonesia dari pejabat pemerintah. Sang pejabat mengungkapkan kepada Damar, ada bekas wakil menteri yang membeli pegasus.

"Pejabat itu melihat alat itu didemonstrasikan dan bekerja," ujarnya.

Keberadaan Pegasus di Indonesia semakin meyakinkan Damar, jika teror siber yang muncul saat terjadinya aksi kontrapemerintah, ada andil spyware buatan Israel itu.

Baca Juga: Melacak Jejak Bawah Tangan Pegasus 'Senjata Pembungkam Massa' di Indonesia

Salah satunya pada aksi penolakan revisi UU KPK di tahun 2019. Kala itu, akun media sosial hingga ponsel aktivis, jurnalis dan akademisi dilaporkan mengalami peretasan secara serentak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI