Minta Konflik Ukraina-Rusia Jadi Pelajaran, Megawati ke Panglima TNI: Kalau Ada Mau Ambil Negara Kita, Apa Strategimu?

Senin, 12 Juni 2023 | 22:47 WIB
Minta Konflik Ukraina-Rusia Jadi Pelajaran, Megawati ke Panglima TNI: Kalau Ada Mau Ambil Negara Kita, Apa Strategimu?
Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri diapit Direktur Utama LPP TVR Iman Brotoseno dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam penandatanganan kerja sama TVRI dengan BRIN di Senayan, Jakarta pada Senin (12/6/2023). [Suara.com/Bagaskara]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada semua pihak, termasuk Panglima TNI untuk tidak merasa terus berada di zona nyaman karena merasa tenang Indonesia keadaan damai. 

Ia mengingatkan, Indonesia wajib berwaspada jika ada negara yang ingin menggangu atau mengancam. 

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam sambutannya di acara penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara LPP TVRI dengan BRIN di Gedung GPPS LPP TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2023). 

"Saya kepada Panglima dan yang lain sebagainya ngomong, kalian jangan masuk zona nyaman, kalau meskipun ini dunia dalam keadaan damai, tapi kalau ada orang yang mau ambil negeri kita kembali, 'apa strategi mu'? Saya bisa ngomong seperti ini karena saya pernah panglima tertinggi, boleh saya buka suara," kata Megawati. 

Menurut Megawati, hal itu penting agar warga negara Indonesia bisa bersiap jika negara menghadapi situasi terburuk. 

"Supaya jaga-jaga lho, supaya ntar gimana caranya, wah panik semua rakyatnya enggak diajari panik semua," ungkapnya. 

Presiden kelima RI lantas mengingatkan soal apa yang terjadi antara Ukraina dengan Rusia. Megawati tak ingin dirundung atau dibully soal hal tersebut. 

"Ini contoh soal, jangan saya di-bully, karena itu kejadian, yang namanya Rusia-Ukraina, coba anak-anak muda ini, coba kan, kasian kan Ukraina, tapi kenapa? Karena nggak bisa mikir dia. Nggak bisa mikirnya kenapa? Ya itu kan dulu bagian dari Rusia, USSR, nah sama Rusia kemudian disuruh berdiri sendiri," tuturnya. 

Megawati lantas bercerita bagaimana dirinya sempat berkomunikasi dengan Presiden Rusia soal nasib Ukraina. Putin kala itu bilang kepada Megawati agar Ukraina dibiarkan berdiri sendiri, namun kenyataannya kini berbeda. 

Baca Juga: Ingatkan Indonesia Bisa Bangun Reaktor Nuklir Seperti Negara Lain, Megawati Bandingkan Korea Utara

"Karena waktu saya ketemu Presiden Putin beliau bilang, iya biar mereka mandiri, karena kalau tidak mereka bergantung pada Rusia. Oh, ku bilang keren, iya lho," ujarnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI