Tagih Utang Rp 800 Miliar ke Kemenkeu, Siapa Jusuf Hamka?

Farah Nabilla Suara.Com
Rabu, 07 Juni 2023 | 17:33 WIB
Tagih Utang Rp 800 Miliar ke Kemenkeu, Siapa Jusuf Hamka?
Jusuf Hamka (Youtube/Curhat Bang Denny Sumargo)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini kelimpungan gegara ditagih uang sebesar Rp800 miliar oleh seorang pria bernama Jusuf Hamka.

Sosok pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut menuntut miliaran rupiah ke Kemenkeu lantaran kementerian di bawah komando Sri Mulyani tersebut disebut berutang kepada perusahaannya.

Jusuf mengaku Kemenkeu masih punya utang ke perusahaannya yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sejak krisis keuangan 1998.

Bukan main, Jusuf juga telah bersurat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kemenkeu namun ia tak kunjung menerima uang miliaran Rupiah itu.

Menanggapi klaim bombastis Jusuf, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menegaskan pihaknya masih mengkonfirmasi apakah memang benar Kemenkeu masih berutang ke Jusuf.

Sontak, publik bertanya-tanya siapakah Jusuf Hamka yang berani tagih uang miliaran Rupiah ke Kemenkeu itu?

Jusuf Hamka: Seorang pengusaha Tionghoa-Muslim dengan segudang rekam jejak

Nama asli pria ini sebenarnya bukan Jusuf Hamka, melainkan Jauw A Loen atau Alun Joseph. Jusuf lahir dengan nama tersebut pada 5 Desember 1957 di Sawah Besar, Jakarta.

Adapun nama Jusuf Hamka diambil saat dirinya masuk ke agama Islam pada tahun 1981. Nama tersebut diberikan langsung oleh Buya Hamka alias Abdul Malik Karim Amrullah yang menjadi pembimbingnya masuk ke ajaran Islam.

Baca Juga: Deretan Sanksi Menanti Debitur Jika Tak Segera Lunasi Utang BLBI: Paspor Dicabut, Kredit Ditolak Sampai Dicekal

Jusuf lahir di tengah-tengah keluarga yang terpandang dan terpelajar. Adapun ayah Jusuf merupakan dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan ibunya adalah seorang guru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI