"Barang (sianida) itu dipesan oleh korban," klaimnya.
Kematian Bripka Arfan sempat ramai dibicarakan karena diduga terkait penanganan perkara penggelapan pajak kendaraan bermotor senilai Rp2,5 miliar di UPT Samsat Pangururan, Samosir. Dalam perkara dugaan penggelapan pajak tersebut Polda Sumatera Utara hingga kekinian belum menetapkan tersangka.