Namun, 15 menit setelahnya, Eko keluar rumah. Ia kaget bukan kepalang lantaran di depan rumahnya sudah dipenuhi oleh polisi.
"Saya keluar terus tanya, ‘ada apakah ini?’, ‘Gak ada apa-apa diem aja, tapi lihat aja itu di tembok’. Saya lihat dong, ternyata sudah terkapar,” kata Eko.
Eko saat itu, bersama polisi mengikuti jejak darah yang bercucuran di aspal. Usai disusuri, jejak tersebut berasal dari ujung jalan tersebut.
“Itu bercak darah kami ikutin jejak-jejaknya ternyata kejadiannya di ujung, deket kuburan,“ tutupnya.