Masuk Kategori Tindakan Teror, Komisi VIII Minta Kasus Penembakan di Kantor MUI Diusut Tuntas hingga ke Akar-akarnya

Selasa, 02 Mei 2023 | 17:47 WIB
Masuk Kategori Tindakan Teror, Komisi VIII Minta Kasus Penembakan di Kantor MUI Diusut Tuntas hingga ke Akar-akarnya
DPR minta penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (2/5/2023) diusut tuntas. [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menganggap peristiwa penambakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bentuk teror. Ace mengecam keras dan mengutuk tindakan biadab tersebut.

"Tindakan itu dapat dikategorikan sebagai tindakan teror yang harus diusut tuntas hingga akar-akarnya. Apalagi ini terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat," kata Ace kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).

Politikus Golkar ini menegaskan segala bentuk kekerasan apapun tidak boleh terjadi, apalagi sampai menggunakan senjata api untuk menyerang orang.

Karena itu ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan peristiwa penembakan yang terjadi pada Selasa siang.

"Kami mendesak kepada pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas motif di balik penembakan tersebut. Pelaku penembakan itu harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya," kata Ace.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Polri menyelidiki mendalami peristiwa penambakan di kantor Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Kepolisian diharapkan tidak berhenti terhadap satu pelaku yang tewas, melainkan harus menelusur menyelidiki siapa pelaku utama di balik aksinya tersebut.

"Polisi harus selidiki dengan detail apa motif di balik aksi ini," kata Sahroni kepad wartawan, Selasa (2/5/2023).

Pertanyaan besar yang muncul dari peristiwa mengejutkan siang ini di kantor MUI ialah apakah penembakan bagian dari skenario atau memang peristiwa yang berdiri sendiri.

Baca Juga: Menag: Saya Sangat Mengecam Aksi Penembakan di Kantor MUI

Pertanyaan-pertanyaan ini yang harus dicari tahu oleh Polri dengan cara melalukan penelusuran mendalam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI