Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto angkat bicara menanggapi serangan warganet terhadap kepala daerah dari PDIP yakni Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pasca FIFA putuskan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Hasto mengatakan bahwa pihaknya juga membaca satu persatu serangan netizen terhadap Koster dan Ganjar. PDIP, kata dia, juga memahami kekecewaan publik tersebut.
"Ya, seluruh serangan kami baca dengan detail, kami hayati, maka kemudian Pak Ganjar mengatakan bisa memahami, kami juga sangat sedih (Indonesia gagal jadi tuan rumah), karena kami juga mambaca setiap serangan-serangan itu," kata Hasto di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2023).
![Kolase Foto Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Gubernur Bali Wayan Koster. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/03/28/38191-kolase-foto-gubernur-jateng-ganjar-pranowo-dengan-gubernur-bali-wayan-koster.jpg)
Adanya serangan netizen terhadap Koster dan Ganjar tersebut, kata Hasto, juga dianggap sebagai bagian dari dinamika yang terjadi.
Hasto menilai, adanya serangan tersebut sebagai ujian bagi seorang pemimpin yang memang kokoh terhadap prinsip bangsa.
"Itu bagian dari suatu dinamika, suatu ujian-ujian agar pemimpin-pemimpin Indonesia memang kokoh di dalam prinsip berdasarkan suatu sejarah yang benar berdasarkan keyakinan ideologi," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, soal sikap penolakan terhadap timnas Israel tersebut, PDIP coba membuka sebuah kesadaran.
"Kita dengan ini membuka suatu kesadaran baru bahwa kemanusiaan itu universal. Olahraga memang tidak bisa dilepaskan dari politik kemanusiaan," pungkasnya.
Gagal Jadi Tuan Rumah
Baca Juga: 3 Faktor Utama yang Diduga Jadi Biang Kerok Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Indonesia batal menggelar Piala Dunia U-20 2023.