Cerita Direktur KPK Kena Pungli Lurah di Medan saat Urus Surat Kematian, Bobby Nasution Buka Suara

Rabu, 29 Maret 2023 | 15:36 WIB
Cerita Direktur KPK Kena Pungli Lurah di Medan saat Urus Surat Kematian, Bobby Nasution Buka Suara
Ilustrasi Pungli - Apa Itu Pungli? (Freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Setelah surat ditanda tangani, adik Amir langsung beranjak dari kursi. Saat itulah ia diteriaki oleh oknum lurah itu.

“Lurahnya setengah teriak, ‘Bang, kok gitu aja, Bang’. Bisa tahu artinya apa? Minta surat minta tanda tangan, enggak boleh cuma gitu aja,” ujar Amir.

Pegawai lurah sebutkan nominal uang

Amir langsung menduga kalau lurah tersebut ingin meminta yang pada adiknya. Ia langsung bertanya pada pegawai perempuan yang sebelumnya ia jumpai.

Dugaan Amir tidak meleset. Pegawai itu menyebut kalau memang ada sejumlah nominal uang yang biasa diberikan ketika mengurus surat-surat.

“Rp20.000 (diminta) dari warganya yang sedang berduka, surat kematian bayar Rp 20.000 tahun 2021. 76 tahun Indonesia merdeka, kita masih ngalami seperti itu,” ungkapnya.

Namun Amir tidak menjelaskan apakah setelah itu ia memberikan sejumlah uang tersebut pada lurah atau tidak.

Wali Kota Medan angkat bicara

Cerita Direktur Sosialisasi dan kampanye Anti Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amir Arief yang mengaku kena pungli di salah satu keluhatan di Kota Medan, sampai ke telinga Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Medan dan Sekitarnya 29 Maret 2023

Menantu Presiden Joko Widodo itu pun akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan, tak seorang pun di Medan yang boleh kena pungli.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI