Alasan Tidak Boleh Tidur Setelah Subuh, Menurut Hadist dan Sisi Kesehatan

Rifan Aditya Suara.Com
Jum'at, 24 Maret 2023 | 16:44 WIB
Alasan Tidak Boleh Tidur Setelah Subuh, Menurut Hadist dan Sisi Kesehatan
Alasan Tidak Boleh Tidur Setelah Subuh (freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tidur memang saangat bermanfaat bagi tubuh. Selain istirahat, ada beberapa proses di dalam tubuh yang hanya akan berjalan secara maksimal ketika kita sedang tertidur. Namun tahukah kalian ada alasan tidak boleh tidur setelah subuh?

Memang, sebagai manusia tentu membutuhkan tidur yang nyenyak agar ketika terbangun dan kembali menjalani aktivitas, kita  merasa segar dan bersemangat.

Namun ternyata ada waktu yang tidak tepat digunakan untuk tidur, salah satunya adalah waktu setelah melaksanakan sholat subuh. Kira-kira, apa alasan tidak boleh tidur setelah subuh?

Alasan Tidak Boleh Tidur Setelah Subuh

Tidur setelah subuh dinilai tidak baik dalam agama Islam. Namun ternyata tidak hanya dalam agama Islam saja, tidur setelah subuh juga tidak baik jika dilihat dari segi kesehatan. Tidur setelah subuh dibolehkan jika ada hal-hal tertentu saja, demi menjaga kesehatan tubuh.

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa agama Islam melarang tidur setelah sholat subuh yang perlu kita ketahui. Berikut penjelasannya:

Dalam salah satu hadist, Rasulullah SAW berdoa agar Allah SWT menjadikan waktu pagi sebagai waktu diberkahinya para umatnya.

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya",  (HR Abu Daud nomor 2606, Ibnu Majah nomor 2236 dan Tirmidzi nomor 1212)

Bahkan salah satu ulama yang berasal dari Damaskus, yaitu Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa salah satu perbuatan yang bisa menghambat datangnya rizki dari Allah SWT adalah tidur di waktu pagi.

Baca Juga: Sikat Gigi Saat Siang Hari di Bulan Puasa Tak Dianjurkan, Hukumnya Apa?

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama yaitu tidur setelah sholat subuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak)", (Madarijus Salikin, 1: 369).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI