Tolak Imbauan Pulang dari Polisi, Massa GEBRAK Bertahan di Depan DPR hingga Malam Ini

Selasa, 14 Maret 2023 | 19:25 WIB
Tolak Imbauan Pulang dari Polisi, Massa GEBRAK Bertahan di Depan DPR hingga Malam Ini
Massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau GEBRAK masih bertahan di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2023) hingga malam ini. (Suara.com/Rakha)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau GEBRAK masih bertahan di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2023) hingga malam ini.

Pantauan Suara.com, pukul 19.00 WIB, massa justru membuat barikade, merapatkan barikade dan saling merangkul. Massa tampak membuat barikade mengitari mobil komando yang ada di lokasi.

Petugas kepolisian melalui alat pengeras suara dari arah kawasan DPR RI mengimbau agar massa meninggalkan lokasi.

"Kepada seluruh massa aksi diperkanankan untuk pulang. Karena jalanan hendak dipakai untuk warga lainnya melintas," kata polisi melalui pengerasa suara.

Namun begitu, massa GEBRAK malah melawan suara imbauan polisi dengan memutar lagu lewat pengerasa suara di mobil komando. Peserta aksi lainnya sontak memberi sorakan dan bernyanyi bersama.

Di sis lain, aparat kepolisian juga membuat barikade panjang di dekat jalur Bus TransJakarta. Polisi menjaga barisan massa agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto yang kini dialihkan ke jalur Bus TransJakarta.

Blokade Jalan

Sebelumnya massa lebih dulu menutup akses jalur transjakarta di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Aksi ini dilakukan sekira pukul 04.00 WIB.

Mereka mengahalang jalur transjakarta dengan barrier beton pembatas jalur transjakarta. Beberapa pengendara terjebak dalam jalur tersebut.

Baca Juga: Perppu Ciptaker Bikin Rakyat Sengsara, Massa GEBRAK: DPR dan Pemerintah Bermufakat Membangkang Konstitusi!

Salah seorang pemotor, Boy (25) mengaku keberatan dengan jika aksi demonstrasi merugikan banyak pihak seperti ini. Pasalnya masyarakat yang tidak tahu apa-apa malah jadi korban atas penutupan jalan yang dilakukan oleh kelompok massa tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI