Suara.com - Tersangka Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan (40) menyampaikan permohonan maaf dan mendoakan David (17) agar lekas sembuh.
Permohonan maaf dan doa ini disampaikan Shane saat dibawa penyidik kembali ke ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya usai menjalani rekonstruksi kasus penganiayaan David di Kompleks Green Permata Boulevard, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/3/2023).
"Cepat sembuh adik David," ucap Shane.
Shane juga memohon doa agar urusan hukum yang menjerat dapat segera selesai.
"Bantu doa buat aku biar urusannya cepat selesai," katanya.
Rekonstruksi 40 Adegan
Sebagaimana diketahui, Shane bersama tersangka utama Mario Dandy Satriyo (20) usai menjalani rekonstruksi kasus penganiayaan David di Kompleks Green Permata Boulevard, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Keduanya dihadirkan langsung dalam proses rekonstruksi dengan total 40 reka adegan.
Sedangkan AG (15) anak berkonflik dengan hukum diwakilkan oleh peran pengganti. Alasan penyidik tidak menghadirkan langsung AG karena statusnya masih anak di bawah umur.
Dalam proses rekonstruksi terungkap bahwa Mario sempat melakukan selebrasi seperti pesepakbola Cristiano Ronaldo usai menghajar David.
Pantauan Suara.com, awalnya anak mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo itu awlanya meminta David untuk push up sebanyak 50 kali. Namun, hal itu tidak mampu dipenuhi David. Dalam rekonstruksi ini, David digantikan dengan manekin.