Dalam Tri Murti, dewa Siwa adalah sang pelebur yang meleburkan sifat buruk manusia di mana sosoknya sangat dibutuhkan oleh umat Hindu sebagai penuntun niskala, sehingga manusia tidak salah arah dalam memahami ilmu pengetahuan.
3. Siwaratri
Malam siwaratri secara sederhanya dapat diartikan sebagai malam penyembahan Dewa Siwa di mana umat Hindu begadang semalam suntuk untuk melakukan pemujaan sembari melantunkan mantra suci.
4. Galungan
Bisa dikatakan, ini adalah hari raya terbesar kedua bagi umat Hindu setelah Nyepi. Galungan adalah peringatan di mana kebaikan (dharma) menang melawan adharma (kejahatan).
Hari raya Galungan jatuh setiap 210 hari sekali menurut perhitungan kalender Bali, yaitu pada Rabu Kliwon Dungulan. Simbol kemenangan ini bisa kita lihat di depan rumah warga dalam bentuk penjor.
Penjor adalah bambu yang dihias sedemikian rupa dengan memasukkan berbagai unsur sesuai aturan agama. Memasang penjor sudah menjadi tradisi di Bali dan hal ini yang membuat suasana Galungan begitu khas.
5. Kuningan
Masih berkaitan dengan Galungan, hari raya Kuningan dirayakan 10 hari setelah Galungan, yaitu pada Sabtu Kliwon Kuningan. Di hari ini, umat Hindu berdoa memohon keselamatan dan kesejahteraan.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Nyepi Bahasa Bali Ini ke Teman Kamu Biar Makin Keren
Sesuai namanya, pada hari raya Kuningan, umat HIndu biasanya membuat nasi kuning sebagai simbol kemakmuran dan perayaannya tak boleh dilakukan lebih dari tengah hari atau sebelum jam 12 siang.