Kena Longsor saat Kali Ciliwung Meluap, Begini Kondisi Rumah Ambruk di Bidara Cina Jaktim

Selasa, 28 Februari 2023 | 13:48 WIB
Kena Longsor saat Kali Ciliwung Meluap, Begini Kondisi Rumah Ambruk di Bidara Cina Jaktim
Rumah di kawasan Bidara Cina, tepatnya di pinggiran kali Ciliwung, Jakarta Timur ambruk. (Suara.com/Fakhri)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sebuah rumah di Jalan Puskesmas RW 06 Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur roboh pada Senin (28/2/2023) lalu. Bangunan yang berlokasi di pinggir Kali Ciliwung ini roboh karena tanah longsor imbas hujan deras dan luapan air sungai kemarin.

Pantauan Suara.com di lokasi, terlihat bagian belakang bangunan ambruk setengahnya. Tembok dan atap runtuh karena kejadian ini.

Sementara setengah bagian depan bangunan nampak masih utuh. Namun, terdapat retakan besar di berbagai sudut bangunan.

Bangunan ini terdiri dari dua tingkat ke bawah. Terdapat tangga yang dibuat menuju ke lantai dasar rumah juga sudah ambruk.

Dua kamar di bagian atas terlihat masih utuh meski ada beberapa kerusakan. Dari pintu depan, terlihat rumah masih dalam kondisi bagus.

Rumah di kawasan Bidara Cina, tepatnya di pinggiran kali Ciliwung, Jakarta Timur ambruk. (Suara.com/Fakhri)
Rumah di kawasan Bidara Cina, tepatnya di pinggiran kali Ciliwung, Jakarta Timur ambruk. (Suara.com/Fakhri)

Ketua RW 06, Sukamto menyebut rumah ini sudah ditinggal pemiliknya sejak satu tahun lalu. Karena itu, tak ada korban jiwa atas peristiwa bangunan ambruk ini.

"Sudah satu tahunan lalu rumah ini kosong, yang punya tinggal di Ambon," ujar Sukamto saat ditemui di lokasi, Selasa (28/2/2023).

Ia juga menyebut sebenarnya bagian teras belakang rumah yang menghadap ke Kali Ciliwung sudah pernah ambruk sekitar enam bulan lalu.

"Makanya dari pak Lurah, pak Camat juga sudah instruksi ini rumah jangan ditempati dulu. Takutnya kejadian lagi," ucapnya.

Baca Juga: Rumah di Bidara Cina Ambruk saat Kali Ciliwung Meluap, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta

Ia menyebut bangunan itu memang didirikan di bagian persimpangan sungai. Karena itu, aliran air sungai kerap menghantam bagian belakang rumah yang merupakan tanah serta konstruksi beton.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI