Berbagai Insiden Jalanan, Jemawa Sopir Fortuner

Rabu, 15 Februari 2023 | 20:53 WIB
Berbagai Insiden Jalanan, Jemawa Sopir Fortuner
Giorgio Ramadhan sopir Fortuner arogan resmi jadi tersangka dan ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan. (bidik layar)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pengemudi mobil SUV bongsor sekelas Toyota Fortuner acap kali terlibat pertikaian di jalanan. Sejumlah kejadian menunjukan sikap arogan pengemudi Fortuner yang intimidatif, bahkan melakukan kekerasan.   

TERBARU, seorang sopir Fortuner kedapatan mengamuk, mengancam hingga merusak mobil Honda Brio warna kuning di Jalan Senopati, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Minggu dini hari, 12 Februari 2023. Kejadian itu terekam kamera warga, videonya viral di media sosial.

Peristiwa itu memicu amarah warganet tak terkecuali influencer hingga politisi. Bahkan kejadian itu sampai disorot Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebutnya mirip film gangster.

Fenomena ini menjadi sorotan publik, khususnya di Ibu Kota. Lantas mengapa kejadian itu banyak melibatkan sopir Fortuner?

Tak ada jawaban pasti. Namun, mengendarai mobil bongsor seperti Fortuner memiliki efek keberanian bagi pengendaranya. Beberapa kejadian, sopir Fortuner kerap bersikap arogan di jalan.

Posisi duduk sopir yang cukup tinggi dinilai memberi pengaruh. Kendaraan di depan jadi tampak lebih kecil. Kemudian tenaga mesin mobil Fortuner di atas rata-rata mobil kebanyakan di jalanan.

Dengan cc dan torsi yang besar maka akan memudahkan untuk berakselerasi di jalanan. Akselerasi ini dianggap cukup mengintimidasi pengendara mobil dengan tenaga di bawahnya.

“Mobil bisa jadi sarana bagi mereka untuk memuluskan arogansinya. Jadi faktor utamanya tetap karakter pengemudi,” kata Sony Susmana, pengajar senior Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada Suara.com, Rabu, 15 Februari 2023.

“Pengemudi yang berkompeten fokus pada keselamatan, pengemudi yang agresif fokus pada arogansinya”.

Baca Juga: INFOGRAFIS: 'Cookie' Si Raja Jalanan

Praktisi keselamatan berkendara ini berpendapat, tindakan arogan di jalanan timbul dari pengemudi bermasalah yang tidak bisa mengelola emosional. Persoalan yang tak mampu diselesaikan oleh pengemudi tersebut.  “Jadi mereka ini jangankan disenggol, gak disenggol aja cari masalah,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI