Pengemudi Fortuner Arogan Resmi Ditahan, Benarkah Pernah Diburu Militer Ukraina?

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 14 Februari 2023 | 09:55 WIB
Pengemudi Fortuner Arogan Resmi Ditahan, Benarkah Pernah Diburu Militer Ukraina?
Giorgio Ramadhan sopir Fortuner arogan resmi jadi tersangka dan ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan. (bidik layar video YouTube KompasTV)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pengemudi Fortuner arogan berinsial GR (24) akhirnya diamankan polisi usai terbukti merusak mobil Honda Brio dalam video yang viral di kawasan Senopati, Jakarta Selatan pada Minggu (12/2/2023) dini hari.

"Kami menetapkan perbuatan tersangka dengan Pasal 406 KUHP yaitu perusakan terhadap barang dan perbuatan ancaman kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap orang sebagaimana pasal 335 ayat 1 KUHP," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary pada Senin (13/2/2023) malam.

Diduga Dicari Militer Ukraina

Sebelumnya, muncul sebuah Thread Twitter yang menyebut GR adalah penyusup saat perang Rusia-Ukraina. Lantas benarkah pengendara Fortuner tersebut buronan militer Ukraina? 

Akun Twitter @xa***ya membagikan sebuah isu jika GR pernah terang-terangan mendukung militer Rusia saat perang Rusia-Ukraina tengah bergejolak.

Benarkah Pengendara Fortuner Tabrak Brio Jadi Buronan Militer Ukraina? (Tangkap Layar/Twitter @xathrya)
Benarkah Pengendara Fortuner Tabrak Brio Jadi Buronan Militer Ukraina? (Tangkap Layar/Twitter @xathrya)

Dalam utas Twitter yang dia buat, pada Senin (13/2/2023), GR yang merupakan warga Indonesia diduga menjadi buronan pihak Ukraina lantaran dirinya kerap membagikan konten-konten pro terhadap negara pimpinan Presiden Vladimir Putin tersebut.  

Diketahui dalam sebuah gambar tangkap layar yang diambil dari biro keamanan Ukraina, GR yang dimakasud adalah Giorgio Ramadan. Melalui catatan itu GR telah terbukti melanggar peraturan negara lantaran ia dengan sengaja menembus wilayah Donbass di Ukraina yang saat ini tengah diduduki oleh Rusia.  

Seperti yang dikatahui, kala itu GR yang masih menjadi mahasiswa hukum berencana akan mengikuti program pertukaran pelajar di Belanda.

Akan tetapi, dia memilih untuk berputar arah dan bertolak ke Lugansk, sebuah wilayah di perbatasan Rusia-Ukraina yang kini disebut telah diduduki Rusia melalui referendum. 

Baca Juga: Terkuak, Pengemudi Fortuner yang Arogan Rusak Brio di Senopati Pakai Senpi Mainan, Beli Online Rp 384 Ribu

Selama tinggal di sana, GR menunjukkan solidaritasnya untuk orang-orang Donbass dengan cara menghadiri konferensi anti-fasis dan juga demonstrasi pada 1 Mei menentang pemerintah Ukraina.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI