Niat Puasa Rajab Digabung dengan Puasa Ganti Qadha Ramadhan, Bolehkah?

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:04 WIB
Niat Puasa Rajab Digabung dengan Puasa Ganti Qadha Ramadhan, Bolehkah?
Ilustrasi Puasa - Niat Puasa Rajab Digabung dengan Puasa Ganti Qadha Ramadhan (Unsplash)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Memasuki bulan Rajab, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah Rajab. Mengingat besarnya pahala yang didapat ketika berpuasa sunnah ini, banyak yang ingin mengerjakannya namun masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Untuk itu, ketahui niat puasa Rajab digabung dengan puasa ganti Qadha Ramadhan berikut. 

Melansir dari NU Online, menggabungkan puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan sah dilakukan dengan niat untuk berpuasa. Hal ini lantaran puasa Rajab adalah puasa sunnah yang diperbolehkan untuk digabung dengan qadha Ramadhan dengan niat berpuasa secara mutlak tanpa diisyaratkannya ta'yin atau menentukan jenis puasa. 

Menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan hukumnya sah dan diperbolehkan. Selain itu, pahala dari keduanya tetap bisa didapatkan. Syekh al-Barizi mengatakan meskipun hanya berniat qadha puasa Ramadhan, maka secara otomatis pahala puasa Rajab pun juga tetap bisa didapatkan. 

Adapun penjelasan terkait persoalan tersebut berdasarkan dari keterangan dalam kitab Fathul Mu'in serta hasyiyahnya, I'anatuth Thalibin, sebagai berikut: 

Artinya: "Dan dikecualikan dengan pensyaratan ta'yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardu, yaitu puasa sunah, maka sah berpuasa sunah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama. 

Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan puasa sunah dengan niat puasa mutlak, maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura' dan hari-hari tanggal purnama. Atau selain puasa sunah yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa dengan tanpa perintah imam, atau puasa sunnah mutlak. Ucapan Syekh Zainuddin, dengan niat puasa mutlak, maka cukup dalam niat puasa Arafah dengan niat semisal, saya niat berpuasa. 

Ucapan Syekh Zainuddin, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama, maksudnya lebih dari satu ulama berpegangan dalam keabsahan puasa sunah dengan niat puasa mutlak. Dalam kitabnya Syekh al-Kurdi disebutkan, dalam kitab Al-Asna demikian pula Syekh Khatib al-Sayarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli, berpuasa di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa secara otomatis tertuju pada hari-hari tersebut, bahkan apabila seseorang berniat puasa beserta niat puasa lainnya, maka pahala keduanya berhasil didapatkan". 

Kemudian dalam kitab Al-I'ab ditambah, Syekh al-Barizi berfatwa apabila seseorang mengerjakan puasa qadha Ramadhan atau yang lainnya di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa, maka pahala bisa didapatkan dari keduanya, baik disertai dengan niat berpuasa sunnah atau tidak. Ulama lain mengatakan, apabila seseorang bertepatan mengqadha puada dalam satu hari dua puasa rutin, seperti puasa hari Arafah atau puasa hari Kamis. 

Niat Puasa Rajab 

Puasa Rajab harus diawali dengan membaca niat terlebih dahulu. Sama seperti puasa lainnya, niat puasa Rajab juga harus dibaca ketika malam hari sebelum tidur atau ketika sahur. Berikut niat puasa Rajab: 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI