Untuk menanggulangi banjir di wilayah ini, kata Yani, Pemkot Jakbar telah menyiapkan lahan seluas 3,2 hektare untuk pembuatan waduk. Pembuatan waduk ini dimaksutkan untuk menampung debit air yang berlebih.
"Jadi air dari tetangga (Tangerang) ditampung, diparkirkan kemudian dibuka pelan-pelan masuk ke Kali Semanan, tembus ke Kali Mookervart,” jelasnya.
Selain pembuatan waduk dibagian hulu sungai, di dua wilayah tersebut juga telah dibangun tanggul dan pintu air untuk menyalurkan debit air.
"Dulu masuk ke kali semanan meluap ke permukiman kanan kiri sekarang dilakukan penanggulan,” jelasnya.
Kawasan ketiga yang kerap dilanda banjir, yakni Kamal, Tegal Alur. Banjir di dua wilayah ini dipengaruhi oleh air pasang-surut. Meski tidak hujan, kawasan ini juga kerab dilanda banjir akibat rob.
"Kalau dia rob maka akan meluap ke daerah RW 01 Kamal dan RW 01 Tegal Alur walaupun tidak hujan. Nah sekarang ini sedang dibangun sistem folder Kamal,” ungkapnya.
Ia berharap jika 3 program ini terlaksana, maka banjir di wilayah Jakarta Barat dapat berkurang secara signifikan.
"Mudah-mudahan kalau ini selesai, tahun ini juga akan menanggulangi dampak banjir,” tutupnya.
Baca Juga: Pemrov DKI Diminta Optimalisasi Waduk Seiring Normalisasi Kali untuk Mencegah Banjir