Pada kerusuhan ini, tidak sedikit toko dan perusahaan yang dihancurkan oleh amukan massa. Khususnya, milik warga keturunan Tionghoa yang diruntuhkan rakyat pribumi. Adapun titik kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Medan dan Surakarta.
7. Tragedi Trisakti dan Semanggi I-II
Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan terhadap mahasiswa demonstran pada 12 Mei 1998. Mereka melakukan unjuk rasa untuk menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti serta puluhan lainnya mengalami luka.
Sementara Tragedi Semanggi I merupakan pelanggaran HAM yang terjadi pada tanggal 11-13 November 1998. Hal ini didasarkan pada dua aksi protes masyarakat dan mahasiswa terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR di awal pemerintahan Presiden BJ Habibie.
Aksi tersebut menewaskan 17 warga sipil setelah terlibat bentrokan dengan aparat. Kemudian, pada 24 September 1999, tragedi yang disebut Semanggi II terjadi. Ini karena adanya rencana penerapan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB).
Penembakan terhadap mahasiswa pun kembali dilakukan. Berdasarkan catatan Kontras, ada 217 orang luka-luka dan 11 orang meninggal, termasuk Yap Yun Hap. Ia adalah mahasiswa Universitas Indonesia di kawasan Semanggi, Jakarta.
8. Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi
Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi atau yang juga dikenal sebagai Pembantaian Banyuwangi 1998 adalah salah satu pelanggaran HAM. Peristiwa yang terjadi pada Februari sampai September itu menelan ratusan korban.
Pembantaian yang termasuk salah satu kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia itu belum terpecahkan hingga kini. Sebab, motif dan siapa dalang di balik peristiwa tersebut masih belum diketahui secara pasti.
9. Peristiwa Simpang KKA Aceh