Daftar Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu yang Diakui Jokowi: Tragedi 1965 hingga Peristiwa Wamena

Rabu, 11 Januari 2023 | 14:51 WIB
Daftar Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu yang Diakui Jokowi: Tragedi 1965 hingga Peristiwa Wamena
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2023). (YouTube Sekretariat Presiden)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Peristiwa Talangsari 1989 merupakan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Lampung Timur, pada 7 Februari 1989. Hal ini terjadi karena adanya penerapan asas tunggal Pancasila di era Orde Baru.

Kala itu, pemerintah, polisi, dan organisasi militer menyerang masyarakat sipil. Menurut catatan Komnas HAM, ada 130 orang tewas, 77 orang diusir, 53 orang haknya dirampas, dan 46 orang disiksa. Namun, terkait jumlah korban hingga kini disebut masih belum pasti.

4. Peristiwa Rumah Geudong

Peristiwa Rumah Geudong merupakan aksi penyiksaan terhadap masyarakat Aceh yang dilakukan oleh aparat TNI. Tragedi ini terjadi selama masa konflik Aceh (1989-1998) di rumah tradisional di Desa Bili, Kabupaten Pidie, Aceh yang dijadikan markas TNI.

Di sana, aparat TNI mengawasi masyarakat dan memburu pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat menjalankan operasi itu, tak sedikit dari mereka yang melakukan tindak kekerasan. Lalu, pada 20 Agustus 1998, Rumah Geudong dibakar massa.

5. Penculikan Aktivis 1997-1998

Penculikan aktivis 1997-1998 adalah penghilangan paksa para aktivis pro-demokrasi. Peristiwa ini terjadi di antara waktu Pemilu Legislatif Indonesia 1997 dan lengsernya Presiden Soeharto pada tahun 1998.

Kasus penculikan aktivis ini dilakukan oleh kelompok khusus yang dibentuk Mayor Bambang Kristiono dengan nama Tim Mawar. Dari operasi tersebut, tercatat ada 13 aktivis yang masih hilang dan sembilan lainnya telah dilepas oleh si penculik.

6. Kerusuhan Mei 1998

Baca Juga: Diejek Tukang Andong, Jokowi Kasih Balasan Pedih ke Prabowo dengan Kirab Andong Usai Menangi Pilpres 2014

Akibat adanya krisis moneter di era Orde Baru, tercipta kerusuhan pada 13 Mei-15 Mei 1998, di Ibu Kota Jakarta. Peristiwa yang dikenal dengan nama Kerusuhan Mei 1998 itu juga terjadi di beberapa daerah lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI