Viral di TikTok, 4 Fakta Perjodohan Massal Santri di Ponpes Ciamis Ternyata Jadi Tradisi

Farah Nabilla Suara.Com
Selasa, 10 Januari 2023 | 19:17 WIB
Viral di TikTok, 4 Fakta Perjodohan Massal Santri di Ponpes Ciamis Ternyata Jadi Tradisi
Tangkapan layar video khitbah massal di Pondok Pesantren Miftahul Huda Tiktok @Matahari Miftahul Huda 2.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tradisi perjodohan atau khitbah massal di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat viral di media sosial. Diunggah oleh akun tiktok @Matahari Miftahul Huda 2, tradisi itu terjadi di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, Kabupaten Ciamis. 

Dalam video, ada 5 laki-laki dan 5 perempuan yang akan dijodohkan. Pada 23 Januari 2023 nanti, ada 10 pasang santri yang akan melaksanakan pernikahan massal.

Simak fakta-fakta perjodohan massal di Ponpes Ciamis berikut ini.

1. Proses Perjodohan

Para peserta mendapatkan jodoh berdasarkan undian yang sudah disiapkan. Ada 5 santri dijodohkan dengan 5 santriwati. Menariknya, para santri diminta memilih pasangan mereka dengan cara mengambil undian yang telah disiapkan.

Pimpinan Umum Ponpes Mitfathul Huda 2 Bayasari, KH Agus Malik Annawawi kemudian memperkenalkan asal daerah santri tersebut. Setelahnya, Kiai Agus membawa tempat  berisi gulungan kertas yang sudah tercantum nama santri-santri tersebut.

Tiap santri dipersilakan membawa satu buah gulungan kertas lalu dibuka. Namun ternyata acara pengocokan tersebut hanya hiburan semata. Para santri itu sebenarnya sudah dipasangkan oleh pimpinan pesantren.

2. Tidak Asal Dijodohkan

Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, KH Nonop Hanafi membenarkan khitbah massal itu merupakan bagian dari agenda pondok pesantren. Ia mengatakan untuk proses khitbah massal ini, pihak pesantren memanggil kedua orang tua kedua belah pihak santrinya.

Baca Juga: Keren! 10 Pondok Pesantren Ini Pakai Tenaga Surya untuk Penuhi Kebutuhan Listrik

Pihak pesantren juga memberikan penjelasan pada orang tua santri bahwa anak mereka akan dijodohkan. Keputusan itu pun tidak diambil secara sembarangan karena sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh dewan kiyai. Semua orang tua para santri pun setuju karena hal tersebut adalah keputusan yang baik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI