Saat kerumunan tersebut tiba-tiba ada relawan yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam mendekat dan langsung mencium pipi sebelah kiri.
Ketika ditanya apakah kecolongan sampai dicium bapak-bapak saat menghadiri silahturahmi relawan, Gibran enggan menjawab.
"Embuh. Takok o pak e (Nggak tahu, tanya bapaknya)," ungkap dia.
Gibran mengatakan jika bapaknya tidak sempat minta maaf dan langsung pergi.
Gibran pun menceritakan kejadian tersebut, saat berjalan di tengah kerumunan para relawan di Stadion Bung Karno. Ada relawan yang minta salaman, minta foto tapi sama bapaknya itu rodo unik.
"Ora minta maaf. Aku kan mlaku disepanjang GBK, ono sing salaman, ono sing jaluk foto, karo pak e kui yo rodo unik. (Nggak minta maaf, aku kan jalan di sepanjang GBK. Ada yang salaman, ada yang minta foto. Sama bapak itu ya agak unik)" katanya.