Penyebab Kematian Terkuak, Mengingat Lagi Kronologi Awal Penemuan Mayat Satu Keluarga di Kalideres

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:13 WIB
Penyebab Kematian Terkuak, Mengingat Lagi Kronologi Awal Penemuan Mayat Satu Keluarga di Kalideres
Penemuan satu keluarga yang meninggal dunia di Komplek perumahan Citra Garden 1 Extencion Kalideres Jakarta Barat, Rabu (16/11/2022) ini. [Suara.com/Yaumal]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penyidik Polda Metro Jaya telah mengungkapkan tabir misteri kematian satu keluarga yang beranggotakan empat orang di Kalideres, Jakarta Barat.

Direktur Reserese Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya peristiwa pidana yang menjadi penyebab kematian empat orang anggota keluarga tersebut.

Selain itu, Dokter Forensik dari RS Bhayangkara Tingkat I Raden Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, dr Asri Megaratri Pralebda keempat korban meninggal secara berurutan dari ayah, ibu, paman dan anak.

"Urutan kematian empat jenazah ini adalah yang paling awal adalah bapak Rudiyanto. Kemudian dilanjutkan dengan Ibu Reni. Yang kemudian Bapak Budyanto dan yang terakhir adalah Mba Dian," katanya saat konferensi pers yang digelar pada Jumat (9/12/2022).

Asri mengungkap, kematian Rudyanto dan Reni diakibatkan penyakit pada saluran cerna dan kelainan pada payudara.

"Dengan jelas dan yakin, kami dapat menyatakan sebab kematian dari Bapak Rudiyanto dan Ibu Reni merupakan penyakit dari saluran cerna. Dan untuk Ibu reni adalah kelainan pada payudara," katanya.

Sedangkan kematian yang dialami Budyanto dan Dian juga disebabkan penyakit yang mereka derita sebelumnya.

Kronologi awal ditemukannya mayat satu keluarga

Penemuan satu keluarga yang tewas mengering di kawasan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat itu terjadi pada Kamis (10/11/2022 malam.

Baca Juga: Misteri Satu Keluarga di Kalideres Terbongkar dari Tinja, Rudiyanto dan Anaknya Tewas Bukan karena Kelaparan

Awalnya, ketua RT bernama Asiung mendapatkan laporan dari warganya bahwa tercium bau yang tidak sedap dari sekitar rumah itu pada Senin. Namun, ia tidak ambil pusing dan menganggap bau itu berasal dari bangkai tikus.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI